Hari yang dilalui oleh Oh Nari kecil kala itu baik-baik saja, sampai pada saat ia mengenali sesuatu yang dinamakan perundungan.Tepatnya, perundungan yang tepat mengenai dirinya dan keluarganya. Kala itu, Nari merupakan satu-satunya siswi yang beruntung karena dapat bersekolah di sebuah Sekolah Dasar Swasta yang bergengsi dan memberikan banyak fasilitas kepada muridnya, karena sokongan dana yang begitu melimpah dari komite orang tua murid.Tidak ada yang tahu dibalik seorang siswi bernama Oh Nari, ayahnya hanyalah seorang pensiunan salah satu karyawan perusahaan yang sudah gulung tikar, dan ibunya bekerja sebagai penatu usaha laundry. Akibat fatal dari seorang guru yang tanpa sadar membocorkan informasi tersebut di depan seluruh siswa yang lainnya, Nari harus menerima konsekuensi bahwa sejak saat itu, ia mulai dikucilkan oleh semua siswa, yang bahkan ia sangka merupakan teman-temannya. Tidak ada yang mau berteman dengan seorang gadis yang ibunya hanya seorang penatu dan ayah tanpa pekerjaan.Setiap hari, tanpa jeda, ia harus menerima cacian, makian, bahkan coretan di laci miliknya di sekolah.Yah, memang. Anak-anak juga bisa melakukan hal yang keji kepada sesamanya, ketika mereka tidak menyukai suatu hal, terutama ketika mereka tahu bahwa ada seseorang diantara mereka yang tidak satu level dengan mereka.Seolah semesta tidak mengizinkan Nari untuk bernapas, beberapa masa setelahnya, ayah Nari, Oh Changjoon, harus menghembuskan napas terakhir karena penyakit yang telah dideritanya. Nari terpaksa harus pindah ke sekolah yang lebih jauh, dan Nari harus melepaskan beasiswanya serta keluar dari lingkaran kejam itu.Ia sempat melewati masa Sekolah Menengah dengan sifat penyendiri serta pendiam karena trauma akan masa kecilnya. Namun, satu hal yang membuat Nari merasa beruntung masih bernapas adalah Ibunya, Kwon Nahee, yang terus-menerus memberikan semangat kepada Nari dan selalu menerima kondisi Nari bagaimanapun itu. Nahee membiarkan Nari untuk mengambil istirahat, lalu mengajaknya bertemu seorang kerabat yang merupakan psikolog anak, dan berhasil membuat Nari melewati ujian kesetaraan.Perlahan, dan memang diawali dari keterpaksaan akan keadaan, Nari mulai tumbuh dan belajar dengan mengamati lingkungan sekitarnya. Ia merasa bahwa ia tidak bisa terus-terusan terpuruk dan harus bangkit demi dirinya dan Ibunya. Nari seolah menemukan sisi lain di dirinya yang membuatnya menjadi lebih ceria dan aktif. Nari juga mulai mengenali apa itu 'ambisius' dan bagaimana 'ambisius' itu dapat mengantarkannya kepada keadaan yang lebih baik. Dan ketika mulai Sekolah Menengah Atas, Nari mengikuti serangkaian kegiatan seperti OSIS, kemudian relawan eksternal sekolah, dan bahkan selalu menempati juara tiga besar di sekolahnya. Ia mempunyai banyak teman, dan selalu memperlakukan temannya sebaik mungkin.Hingga ia selalu merasa ingin lagi, dan ingin lagi. Tidak cukup hanya berprestasi di sekolahnya, pada saat kelas tiga, dengan mantap ia berkata kepada Guru Konseling di sekolahnya, bahwa ia harus masuk ke dalam Fakultas Hukum. Kala itu, ekonomi memang menjadi kendala bagi Nari dan Nahee agar sang putri dapat diterima di universitas yang bergengsi. Nari terpaksa menolak Fakultas Hukum Universitas Segyeong pada saat ujian yang pertama kalinya (walaupun ia lulus ujian) karena jumlah biaya yang diperlukannya sangat banyak.Akhirnya, Nari memutuskan untuk menunda satu tahun dan mengambil pekerjaan part-time di sebuah toko bunga dan karangan bernama Flor Amor untuk mengumpulkan biaya kuliah. Tidak sampai disitu, ia juga mencari informasi beasiswa individu agar dapat membantu biaya kuliahnya yang dapat dibilang cukup mahal. Dibuktikan olehnya dengan belajar siang malam, berhasil menabung untuk menyewa sebuah dokseoshil (ruang belajar khusus), yang mana hal itu membuat ibunya cukup khawatir. Ada apa dengan Oh Nari kesayangannya ini?Kekhawatiran Kwon Nahee hanya membuat Oh Nari semakin ambisius dan terus mengedepankan Fakultas Hukum Universitas Segyeong sebagai tujuan utama hidupnya. Ia melakukan suneung ulang serta wawancara dengan baik. Dan ketika hari penerimaan, Nari pulang dengan membawa senyuman cerah, yang langsung disambut dengan air mata bahagia oleh sang ibu. Ia mendapatkan beasiswa dari sebuah yayasan swasta, yang mana berhasil membantu seluruh biaya kuliahnya."Ibu, ketika aku memutuskan untuk mencapai sesuatu, aku akan terus berusaha untuk mendapatkannya, karena aku tahu itu baik untukku dan ibu." Ucap Nari kala itu."Ibu percaya," Nahee menyeka air matanya sembari memeluk anak semata wayangnya itu. "Dan satu hal yang harus Nari ketahui dalam hidupmu.""Apa itu, Ibu?""Bahwa ibu akan selalu di belakangmu dan memberikanmu dukungan tanpa henti. Kejarlah semua mimpimu di Fakultas Hukum Universitas Segyeong, sayang. Kau pantas mendapatkannya. Lakukanlah yang terbaik. Tapi berjanjilah kepada Ibu, bahwa kau tidak akan berubah. Ya?"Nari mengangguk dan berjanji dengan mantap di hatinya. "Tentu, Ibu."
(still under reconstruction)
Personality
✼ Memiliki sifat yang ceria dan tidak segan beramah-tamah kepada siapapun itu, berusaha agar teman-temannya nyaman dengan dirinya
✼ Terkadang tidak bisa bersikap tegas kepada dirinya sendiri dan selalu merasa tidak enakan, ia sedang berusaha lebih tegas ketika menginjak bangku kuliah
✼ Memiliki sisi humoris yang cukup baik, dan ia senang sekali tertawa
✼ Dan lagi karena tuntutan kuliah, ia cukup pintar untuk berkelakar dan bersikap serius pada waktu yang tepat
✼ Cukup keras kepala
✼ Terlampau ambisius dan hal itu menjadikannya selalu menginginkan hal yang lebih mengenai sesuatu yang diinginkannya.
✼ Ketika sesuatu tidak sesuai dengan ekspektasinya, ia akan muram dan stres berkepanjangan
✼ Akan mudah terlihat bagi semua orang ketika ia tidak menyukai sesuatu
Trivia
✼ Lebih menyukai makanan manis. Tentu saja, kalian tahu 'kan, seberapa penting glukosa itu?
✼ Memiliki lima album khusus dalam ponselnya yang berisi foto kucing/anjing, meme, atau gambar lucu lainnya
✼ Ketika ia tidak dapat mengendalikan stressnya, ia akan menyendiri lalu bermain Pokemon, Harvest Moon, atau game lainnya yang dapat menjauhkannya dari pelajaran kuliahnya.
✼ Menyukai makanan apa saja, asalkan tidak berbahan pisang atau mentimun.
✼ Selain perpustakaan dan rumah, tempat favoritnya adalah ruang mainan seperti timezone.
✼ Yang paling disukainya adalah Peony dan Tulip.
✼ Paham dan mengerti seputar bunga-bungaan, pun dengan artinya. Jadi, jika ingin memesan bunga dengan makna di dalamnya, silahkan datang ke Flor Amor yang terletak 15 menit dari Segyeong!
Disini adalah kolom relasi.




